Minggu, 16 Oktober 2011

Apakah aku iri???

Astaghfirullohalazim..
ada apa dengan aku ini.. aku melihat seorang teman ku yang baru saja "jadian". mm,, pikir ku rasanya dia senang sekali. ciiee ada yang suka dengan dia. sementara dengan aku, ada ga sih yang suka sama aku. sebenarnya memang sudah aku antisipasi, pergaulan ku dengan lawan jenis, harus biasa saja, aku bersikap dingin. mm,, tapi,, walaupun kadang pengen banget, tapi selalu ga akan mau deh pacaran gitu. jangan sampe aku iri dengan mereka. harus ada pembeda atau firqon antara yang haq dan batil, biarlah aku tetap memperjuangkan ini semua, karena insya Allah , Allah akan menggan ti dan membalasnya dengan kebahagiaan yang hakiki. Amin..
ini deh, aku kasih tau aja

Allah swt menjadikan bahwa kaum laki-laki membutuhkan keberadaan kaum wanita didalam kehidupannya dan memberikan didalam diri kaum laki-laki kecenderungan kepada kaum wanita begitu pula sebaliknya.
Hal demikian bisa dilihat dari ayat-ayat Allah swt yang meminta setiap laki-laki maupun perempuan untuk menjaga pandangannya dari melihat aurat atau sesuatu yang bisa mengundang fitnah dari diri lawan jenisnya. Firman Allah swt :
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)
Tak syak lagi bahwa adanya kecenderungan atau perasaan suka kepada lawan jenis ini menjadikan kehidupan di dunia ini terus berlangsung hingga bergenerasi dan berabad-abad lamanya hingga waktu yang telah Allah tentukan.
Namun demikian islam tidaklah melepaskan kecenderungan, perasaan suka kepada lawan jenisnya dan cara berhubungan diantara mereka begitu saja sekehendak mereka. Islam memberikan batasan dalam hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya demi mencegah terjadinya kemudharatan diantara mereka.
Islam tidak membolehkan menumpahkan perasaan suka diantara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya atau sebaliknya dengan cara berpacaran dikarenakan hal itu memberikan peluang kepada setan untuk membisikkan kalimat-kalimat kotornya kedalam diri mereka yang kemudian bisa membuka pintu-pintu perzinahan. Firman Allah swt :
Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32)
Pintu-pintu zina yang tidak jarang muncul dari perbuatan ini (baca : pacaran) adalah memandang lawan jenis yang bukan mahramnya dan tidak jarang disertai dengan syahwat diantara mereka berdua, saling bersentuhan kulit bahkan tidak jarang berakhir dengan perzinahan. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Syauki tentang memandang yang dilarang ini yaitu : “Memandang (berpandangan) lalu tersenyum, lantas mengucapkan salam, lalu bercakap-cakap, kemudian berjanji dan akhirnya bertemu.”
lalu ini ada lagi,,
Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.
Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.
Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).
Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?
Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !
Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).
Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."
Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya."Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !
Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.


Pacaran dalam Islam

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannyaPACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."
(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab
Oleh: Buletin Dakwah Remas RIHLAH SMU N I Sooko, edisi 6, 1421 H
Disalin dari Lembar Buletin Dakwah BINTANG (2)


udah terang banget kan,, semoga kita semua tetap istiqomah ya menjalani syariat islam dengan penuh keikhlasan ,, rela,, ridho dengan semua perintah Allah, Amin..

Sabtu, 15 Oktober 2011

Islam is Perfect

Ini adalah suatu keharusan bahwa kita berusaha untuk mengenal Islam. Rasulullah (sallallahu 'alaihi wasallam, artinya: Semoga kedamaian dan berkah Allah atasnya) untuk seluruh umat manusia mendorong kita untuk memperoleh pengetahuan Islam dalam rangka untuk memahaminya. Dia mengatakan dalam hadis otentik sebagai berikut:
Abu Hurairah (radhiallahu anhu, artinya: Semoga Allah senang dengan dia) meriwayatkan bahwa ... Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata, "Mereka yang terbaik dalam periode pra-jahiliyah sebelum Islam akan menjadi yang terbaik dalam Islam asalkan mereka memahami pengetahuan agama." (HR Bukhari 4 / 572 dan Muslim)

 
'Abdur Rahman bin Abi Bakrah (radhiallahu anhu) meriwayatkan pada otoritas ayahnya bahwa Nabi (sallallahu' alaihi wasallam) berkata, "Jika Allâh ingin berbuat baik kepada seseorang, dia membuat dia memahami agama, dan pengetahuan saja dicapai dengan belajar "(HR Bukhari 1 / 67).

 
Muawiyah bin Abi Sufyan meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, "Kebaikan adalah kebiasaan (alam), sedangkan kejahatan adalah suatu keras kepala. Untuk siapapun kehendak Allâh untuk menunjukkan kebaikan, Dia berpihak kepadanya dengan pemahaman dalam Agama "(Ibnu Majah, 1 / 221).
Ketika kita mempelajari Islam atau setidaknya membaca Qur'an dan ahadis otentik kita belajar bahwa Islam adalah mudah, lengkap dan agama yang sempurna serta cara hidup bagi seluruh umat manusia. Kita membaca dalam Al-Qur'an dan hadits fitur unik berikut Islam:

 
1. Islam adalah mudah:
"Tapi setiap orang yang percaya dan bekerja kebenaran ia akan menerima upah yang lumayan dan mudah akan menjadi tugas sebagai Kami memesan dengan perintah Kami." (Al Qur'an 18:88)
Abu Hurairah (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Agama (Islam) sangat mudah dan siapa pun overburdens dirinya dalam agamanya tidak akan mampu melanjutkan dengan cara itu. Jadi Anda tidak harus ekstrimis, tetapi cobalah untuk menjadi dekat dengan kesempurnaan dan menerima kabar baik bahwa Anda akan dihargai, dan memperoleh kekuatan dengan menawarkan doa-doa dalam, sore pagi hari dan pada jam-jam terakhir dari malam "(Bukhari 1. / 38)

 
Anas bin Malik (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata, "Membuat hal-hal mudah bagi orang, dan jangan membuat sulit bagi mereka, dan membuat mereka tenang (dengan kabar gembira) dan tidak memukul mundur ( mereka) "(Bukhari, 8 / 146.)
2. Islam adalah lengkap:

 
"... Dia-lah yang telah mengutus kepadamu Al Kitab, dijelaskan secara rinci.Mereka tahu betul, untuk yang telah Kami berikan kitab, yang telah diturunkan dari Rabb Anda dalam kebenaran. Tidak pernah akan kemudian orang-orang yang ragu "(6:114).

 
"Untuk Kami telah mengutus kepada mereka tentu Buku yang didasarkan pada pengetahuan, yang Kami menjelaskan secara rinci -. Panduan dan rahmat bagi semua orang yang percaya" (7:52)
"... (Ini adalah) Kitab dengan ayat-ayat dasar atau fundamental (makna didirikan) - selanjutnya dijelaskan secara rinci - dari Satu Siapa yang Bijaksana dan Well-Berkenalan (dengan segala sesuatu)." (11:1)

 
3. Islam adalah sempurna:

 
"... Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu bagi Anda, menyelesaikan nikmat-Ku kepadamu, dan telah dipilih untuk Anda Islam sebagai agamamu." (5:3)

 
Sebagai agama sempurna, Islam mengajarkan manusia bagaimana untuk mencapai keberhasilan dalam cara yang paling sempurna. Berikut ini adalah beberapa hadits yang berfungsi sebagai pencerahan dan bimbingan kepada mereka yang keinginan untuk kesempurnaan:

 
Abu Hurairah (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Kebaikan dan kenyamanan bagi orang yang memuja Rabb nya dengan cara yang sempurna dan melayani tuannya dengan tulus." (HR Bukhari 3 / 725)
Ibnu Umar (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Rasulullah (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata, "Jika seorang budak yang jujur ​​dan setia kepada tuannya dan memuja-Nya Rabb (Allâh) dengan cara yang sempurna, ia akan mendapatkan pahala ganda." ( Bukhari 3 / 722)
Abu Hurairah (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Barangsiapa percaya pada Allâh dan Rasul-Nya, menawarkan doa-doa sempurna dan puasa (bulan) Ramadhan maka itu adalah kewajiban Allâh mengakui dia ke surga, apakah ia emigrates untuk menyebabkan Allâh atau tetap di tanah tempat ia dilahirkan "Mereka (para sahabat Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata," Wahai Rasulullah (sallallahu'. alayhi wasallam)! Haruskah kita tidak menginformasikan orang-orang dari itu? "Dia berkata," Ada seratus derajat di surga padahal Allâh telah mempersiapkan bagi mereka yang melakukan Jihad untuk Allah Jarak antara setiap dua derajat adalah seperti jarak antara langit dan bumi.. Jadi jika Anda bertanya Allâh untuk apa pun, mintalah Dia untuk Firdaus, karena itu adalah bagian terakhir dari surga dan bagian tertinggi dari surga, dan di atasnya ada Takhta Pemurah, dan dari itu membesut sebagainya sungai surga "(HR Bukhari 9. / 519)
Abdullah bin Hisyam (radhiallahu anhu) meriwayatkan: "Kami bersama Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) dan dia memegang tangan Umar bin Al-Khattab. 'Umar berkata kepada-Nya, "Rasul O Allâh Anda di lebih mahal kepada saya dari segala sesuatu kecuali diri saya sendiri.!" Nabi (sallallahu' kata alayhi wasallam), "Tidak, oleh-Nya dalam siapa Tangan jiwa saya, (Anda tidak akan memiliki iman yang lengkap atau sempurna) sampai aku lebih kamu cintai daripada diri Anda sendiri. "Lalu Umar mengatakan kepadanya," Namun, sekarang, oleh Allah, Anda lebih mahal bagi saya daripada diri saya sendiri "Nabi (sallallahu. 'alayhi wasallam) berkata, "Sekarang, O 'Umar, Anda adalah orang beriman." (HR Bukhari 8 / 628)

 
Abu Hurairah (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata: "Orang beriman yang paling sempurna dalam hal iman adalah dia yang terbaik dari mereka dalam sopan santun." (Abu Dawud 4665)

 
Abu Humamah (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata: "Jika seorang mengasihi karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan demi Allâh, ia akan memiliki iman yang sempurna." (Abu Dawud 4664)
Abu Hurairah (radhiallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi (sallallahu 'alaihi wasallam) berkata: "Di antara umat Islam yang paling sempurna, dalam hal imannya, adalah salah satu karakter yang sangat baik, dan terbaik di antara kamu adalah yang memperlakukan istri mereka baik ". (HR al-Tirmidzi 278, 628, 3264 dan Abu Dawud)
Aisyah (radhiallahu anha) meriwayatkan bahwa Rasulullah (sallallahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Diantara orang-orang percaya yang menunjukkan iman yang paling sempurna adalah mereka yang memiliki disposisi yang terbaik, dan paling baik untuk keluarga mereka." (HR Tirmidzi 3263)
Semua ajaran Nabi di atas di samping ayat Al-Qur'an (Ayat) sebelumnya mengutip dengan jelas memberitahu kita bahwa memang, Islam adalah agama sempurna dan karenanya cara terbaik dalam hidup untuk semua. Islam sebagai agama universal adalah Berkah Allah dan rahmat bagi kita semua. Ini adalah bagi kita untuk menikmatinya dan menjadi sukses di dunia kekal yang akan datang. Cara terbaik untuk mencapai keberhasilan melalui Islam adalah belajar sesuai dengan Sumber otentik. Artinya, untuk memperoleh pengetahuan tentang Islam melalui Alquran dan Sunnah dan pemotongan yang tepat dari Sumber ini mengungkapkan Pengetahuan dan Bimbingan.
Karena Allah (Subhanahu wa ta'ala) adalah Yang memberikan bimbingan, dengan sungguh-sungguh meminta kepada-Nya untuk pengetahuan Islam yang otentik. Kita harus mencari bantuan-Nya dan bimbingan untuk dapat menerapkan pengetahuan tersebut dan membaginya kepada orang lain - semua untuk kesenangan-Nya. Mei kami Rabb (Pemelihara semesta dan) meningkatkan pengetahuan kita tentang Islam dan menikmati kehidupan terbaik menjadi Muslim sejati selamanya. Ameen.

Islam is Your ways

salah satu yang harus kita syukuri dalam hidup ini adalah ketika menjatuhkan pilihan untuk menjadi muslim. hal ini karena dalam islam kita telah di atur dengan ajaran yang sempurna untuk kemaslahatan hidup kita di dunia dan di akhirat. itu sebabnya setiap kita seharusnya merasa bersyukur, dan senang bila di atur oleh islam, karena syariat ini memiliki tujuan yang mulia. paling tidak ada lima tujuan syariatislam yang amat penting untuk kita pahami sehingga kita menyadari betapa pentingnya berpedoman kepadaNya.
1. Memelihara Agama (Hifzhud Din)
Setiap manusia menginginkan hidup di dunia dan akhirat dengan baik. Allah swt yang telah menciptakan manusia tentu lebih tahuy agama seperti apa yang bisa membimbing manusia ke arah itu, agama itu adalah islam dan kita harus bersyukur karena telah menemukan nya dan menjadi muslim. tanda syukur yang harus kita tunjukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk muslim sejati dengan memahami dan mengamalkannya bahkan berjuanh menegakkan nya sehingga kita tidak mungkin murtad dan keluar dari islam. karena bila kita murtad tidak ada lagi kerugian bagi Allah swt, tapi kita lah yang merugi sebagaimana firman Allah swt yang artinya:
" Hai orang orang yang  beriman, barangsiapa di antara kamuyang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah, yang bersiakp lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang orang kafir, ysng berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang orang yang suka mencela. itulah karunia Allah , di berikannya kepada siapa yang di kehendaki Nya dan Allah Maha Luas Pemberian Nya, Lagi Maha Mengetahui. (QS 5;54)
dalam konteks memelihara agama , maka para rosul di utus oleh Allah swt untuk dan kita sekarang berkewajiban melanjutkan tugas Rasul itu, apapun kendala dan tantangan yang akan kita hadapi, karena memang tidak ada [perjuangan yang tanpa kendala dan tantangan ,Allah swt berfirman: Dia lah yang mengutus Rosul- Nya dengan membawa petunju dan agama yang benar agar dia memenangkan nya di atas segala agama agama meskipun orang musyrik benci. (QS 61:19)

Jumat, 14 Oktober 2011

Keindahan Islam

ini saya dapatkan dari facebook, hehe aneh ya, biasanya artikel dari blog ke fb, ini dari fb ke blog, ini dia, di baca ya,,,,
✿ܓ.Indahnya islam kerana memelihara perhiasan dunia yakni muslimah yang solehah. Moga kita jua tergolong dalam wanita2 solehah..ameen (。◕‿◕。) Insyallah~~♥♥'..

ღ•ʚįɞ•ʚįɞღღ•ʚįɞ•ʚįɞღღ•ʚįɞ•ʚįɞღღ•ʚįɞ•ʚįɞღღ•ʚįɞ•ʚįɞღღ

Marilah kita sama2 renungi cerita ini...

Seorang lelaki kristian bertanya kepada seorang lelaki muslim..

Lelaki kristian:kenapa wanita agama kamu menutup aurat?

Lelaki muslim: tersenyum sambil mengeluarkn 2 biji gula2
di dalam poketnya,Lalu salah satu darinya dibukakan bungkusannya..
kemudian dia melemparkan kedua gula2 itu ke atas lantai..lalu dia
bertanya kepada lelaki kristian "Antara kedua-duanya mana satu
yang kamu akan pilih?

Lelaki kristian:sudah tentulah yang masih dalam bungkusan

Lelaki muslim:Begitulah kami melihat dan menghormati kaum
wanita agar mereka lebih terpelihara dan istimewa.

p/s:wanita itu istimewa jika ia mampu memelihara syariat dr Rabbnya..subhanAllah..^__^



dan ini,, dari majalah..

Islam adalah agama Allah ‘Azza wa Jalla yang sempurna dan penuh petunjuk. Tak satu agama pun yang diridhoi-Nya selain Islam. Kemulian, keindahan, keagungan dan segala sifat yang terpuji telah menjadi cahaya Islam yang tidak akan sirna hingga hari kiamat. Betapapun kebencian orang-orang yang anti terhadapnya, namun Islam tetaplah Islam, kemulian dan keagungannya akan tetap menghiasinya walaupun musuh-musuh Allah berusaha untuk memadamkan kemilaunya, walaupun orang-orang munâfiqûn tak kenal letih dan tiada kehabisan akal dalam mendatangkan makar di tengah kebesarannya, dan walaupun segelentir penganutnya –sadar maupun tak sadar- telah mencoreng dan merusak keindahannya di mata manusia.
Ingatlah bahwa Allah Jalla Jalâluhu telah menegaskan,
“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (QS. Ash-Shof : 8-9)
“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al-Fath : 28)
“Mereka (ornag-orang munâfiqûn) berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al-Munâfiqûn : 8)
Dan patut untuk diketahui bahwa akan tetap ada dari ulamanya yang akan membela dan menampakkan kebenarannya hingga hari kiamat. Rasulullâh shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Terus menerus ada sekelompok dari umatku yang mereka tetap nampak diatas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka hingga datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu.” [1]
Dan ingatlah, akan tetap ada yang akan tampil dari ulamanya guna menjawab segala tuduhan, menepis segala syubhat (kerancuan, kesamaran) dan menghancurkan seluruh makar musuh-musuhnya. Sebagaimana dalam sabda Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam,

يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ

“Ilmu (agama) ini akan disandang -pada setiap generasi- oleh orang-orang adilnya. Mereka menepis darinya tahrîf (perubahan, pembelokan) orang-orang yang melampaui batas, jalan para pengekor kebatilan dan takwîl orang-orang jahil.” [2]
Untuk memandang sedikit dari keindahan Islam itu dan untuk menghirup semerbak kewangiannya, kami mengajak para pembaca untuk memperhatikan beberapa prinsip penting dalam syari’at Islam berikut ini.

[1] Hadits Mutawâtir. Riwayat Al-Bukhâri, Muslim dan selainnya. Dilihat takhrijnya dalam Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shohîhah no. 270, 1955-1962 karya Imam Al-Albânyrahimahullâh. Dinyatakan mutawâtir oleh Ibnu Taimiyah dan selainnya. Baca Nazhmul Mutanâtsir Min Al-Ahâdîts Al-Mutawâtir hal. 151 karya Al-Kattâny.
[2] Diriwayatkan oleh sejumlah shahabat radhiyallâhu ‘anhum, dan ia adalah hadits yang kuat dari seluruh jalannya. Baca Bashâ`ir Dzawi Asy-Syaraf bi Marwiyyât Manhaj As-Salaf hal. 111-114 karya Salîm Al-Hilâly.

Islam Is a Beautifull

U know why, because semuanya sudah di rancang dan di atur oleh Allah, di dunia yang fana dan penuh dengan tipu daya dan fitnah, islam mengajarkan untuk tetap bersabar, bersyukur, damai, bersih, dll pokoknya banyak. dengan itu semua hidup teratur dan indah. sudah berapa banyak penelitian tentang hadist hadist dan kebenaran alquran yang ternyata memang banyak manfaat dan kebaikannya. kalau ada pilihan, kamu mau lihat artis yang dari korea misalnya, dengan wanita muslimah dengan pakaian muslimnya, laki laki dengan baju kokonya, wah pastinya indahan yang islam ya. subhanallah, saya kalo liat temen saya tuh, lebih ganteng pakai baju koko kemana2 deh, dari pada harus pake tato atau baju dengan simbol lambang yahudi itu. hati2 lho, sekarang banyak kaos yang lambangnya monster mata 1, yang kaya yahudi, pokoknya banyak deh, umat muslim harus hati2 aja ya. terus, wajahnya orang muslim itu, ya Allah, bersih dan bersinar, beda banget kalo yang bukan islam, mukanya ngebosenin untuk dilihat. maaf banget ya. tapia emang iya. cara bicaranya, lugas berwibawa seperti Rosululloh, yang bijak, cerdas, dan pemimpin yang hebat. kita harus mengidolakan rosul untuk di jadikan gaya hidup kita lho. serta hidupnya teratur, nyaman , damai, masalah insya Allah selalu ada jalan keluar, karena Allah kan selalu bersama kita.  dan masih banyak lagi keindahan islam. dengan doa doa, zikir, Allah memberi rahmat dan pahala kepada kita dan memaafkan kita dan membersihkan kita dari dosa bagi kita yang mau bertobat dan mau mendekatkan diri pada Allah tentunya. Ayo teman teman, berlomba lomba dalam kebaikan , fastabiqul bi khoirot, wallahu a'lam . makasih ya yang sudah baca, semoga nambah semangat.

WELCOME TO MY BLOG

Di saat orang lain udah bikin blog, maaf banget ya, saya baru bisa sekarang. ok,, kenalin, nama saya Riyasani Puspitasari. saya wanita biasa. yang pasti, insya Allah, saya mau mulai bikin info atau tulisan yang islami. doain saya ya semoga saya istiqomah.
ok,, untuk awalnya, saya mau nulis tentang cerita wanita yang pertama kali masuk surga, saya dapat ini dari kaskus. Dan siapakah nama wanita itu? yang pasti bukan saya, tapi semoga saya masuk surga ya, Amin..  Dia adalah Muti’ah.
Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.
Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”
subhanallah.. makanya, saya harap, kita sebagai muslimah, taat deh, yang sudah punya suami, buru2 tobat dan taat sama suami. dan yang belum punya suami, sama seperti saya, hehe.. ya, taatlah sama orangtua kita.. sebagaimana hadist: Ridhonya Allah ada pada Ridhonya orangtua. semoga kita selalu di beri kebaikan oleh Allah Swt. Amin..